Jumat, 23 September 2011

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI "KERJA ENZIM"


LAPORAN  KEGIATAN PRAKTIKUM
KEGIATAN  1
                                                                KERJA ENZIM
Hari /tanggal     : sabtu , 17 september 2011
tempat                                 : laboraturium SMAN 5 balikpapan
TUJUAN
Mengamati pengaruh berbagai faktor terhadap kerja enzim katalase
ALAT/BAHAN
1.      Rak tabung reaksi                         8. Ekstrak hati ayam (blender)
2.      Tabung reaksi                                9. H2O2
3.      Gelas kimia                                  10. HCl
4.      Pipet tetes                                    11. NaOH
5.      Kaki tiga dan kassa                      12. Air
6.      Pembakar spritus                          13. Es batu
7.      Lidi dan korek api  
CARA KERJA
a.       Menyiapkan lidi kering dan menyalakan lampu spiritus.
b.      Mengisi tabung reaksi dengan air hingga 150 ml lalu panaskan diatas  lampu spritus
c.       Memasukkan extrak hati ayam yang sudah dihaluskan  ke dalam masing-masing tabung reaksi tersebut (5 tabung reaksi), beri label ke masing-masing tabung dari A-E
d.      Pada tabung A Meneteskan 5 tetes H2O2 kedalam tabung reaksi yang berisi hati ayam dan segera menutupnya dengan ibu jari.
e.      Mengamati banyaknya gelembung udara yang terbentuk (banyak = +++, sedang = ++, sedikit = +, tidak ada = -).
f.        Masukkan bara api dari lidi membara kedalam tabung reaksi dengan cepat, amati nyala api bara tersebut
g.       Pada tabung B sebelum ditetesi H2O2, tetesi larutan HCl sebanyak 10 tetes , dan biarkan beberapa saat baru diberi H2O2 , amati  apa yang terjadi
h.      Pada tabung C  sebelum ditetesi H2O2, tetesi larutan NaOH  sebanyak 10 tetes , dan biarkan beberapa saat baru diberi H2O2 , amati  apa yang terjadi
i.         Pada tabung D  sebelum ditetesi H2O2, terlebih dahulu tabung reaksi yang sudah dipanaskan oleh kegiatan 1 ,kemudian dimasukkan H2O2 setelah diamati perubahan apa kemudian Masukkan bara api dari lidi membara kedalam tabung reaksi dengan cepat, amati  apa yang terjadi
j.        Pada tabung E sebelum ditetesi H2O2, terlebih dahulu tabung reaksi direndam dalam tumpukan es batu hingga benar-benar dingin , kemudian masukkan H2O2, setelah diamati perubahan apa kemudian Masukkan bara api dari lidi membara kedalam tabung reaksi dengan cepat,  amati  apa yang terjadi
k.       Mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel.
l.         Mencuci dan membersihkan kembai tabung –tabung reaksi dan alat-alat yang telah digunakan
HASIL PENGAMATAN
v Pada hati ayam
                        Perlakuan                      
Gelembung
Dimasukkan bara api
Ekstrak + H2O2                                                         
+ + +
Menyala
Ekstrak + HCl + H2O2
-
Tidak menyala (mati redup)
Ekstrak + NaOH + H2O2
+ +
Tidak menyala (matinya agak redup)
Ekstrak + H2O2 (mendidih)
-
Tidak menyala (langsung mati)
Ekstrak + H2O2 (didinginkan)
+ +
Menyala

Keterangan :
+ + +      = banyak gelembung
+ +          = gelembungnya sedang
+             = sedikit gelembung
-              = tidak ada gelembung

II.      PEMBAHASAN
Enzim adalah katalis yang terbuat dari protein dan dihasilkan oleh sel.  Enzim mempunyai sifat spesifik yaitu hanya mengatalisis reaksi kimia tertentu.  Sebagai contoh enzim katalase yang hanya menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut :
2H2O2 à 2H2O + O2
Hal ini dapat dibuktikan dengan percobaan.  Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan hati ayam dan jantung ayam (sebagaiperbandingan).  Hati ayam digunakan karena banyak mengandung enzim katalase.  Hati ayam dan jantung ayam kemudian dibuat ekstrak.  Yang terjadi pada ekstrak saat diberi perlakuan adalah sebagai berikut :
v  Pada hati ayam
    1. Ekstrak ditambah H2O2 (hidrogen peroksida)
Saat ekstrak diberi H2O2 terjadi gelembung-gelembung udara yang banyak.  Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase yang terdapat di dalam hati ayam mengubah H2O2 menjadi H2O (air), sedangkan pada waktu dimasukkan lidi membara ke dalamnya, timbul nyala api.  Hal ini membuktikan bahwa H2O2 juga diuraikan menjadi oksigen (O­2).
    1. Ekstrak ditambah HCl dan H2O2
Pertambahan HCl disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu asam.  Kemudian ditambah H2O2 ternyata tidak terbentuk gelembung udara ketika dimasukkan bara api ke dalamnya juga tidak terjadi nyala api.  Hal ini menunjukkan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja dalam kondisi terlalu asam.
    1. Ekstrak ditambah NaOH dan H2O2
Penambahan NaOH disini dimaksudkan untuk membuat ekstrak dalam keadaan terlalu basa.  Kemudian ditambah H2O2 ternyata terbentuk gelembung  udara yang sedang, tetapi saat bara api dimasukkan ke dalamnya tidak terjadi nyala api.  Hal ini membuktikan bahwa enzim katalase tidak dapat bekerja secara optimal dalam kondisi terlalu basa.
    1. Ekstrak dididihkan kemudian ditambah H2O2
Ekstrak yang dididihkan kemudian ditambah H2O2, ternyata tidak timbul gelembung udara dan saat bara api dimasukkan  ke dalamnya juga tidak timbul nyala api.  Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak telah rusak sehingga tidak dapat menguraikan H2O2 menjadi H2O dan O2.
    1. Ekstrak didinginkan kemudian ditambah H2O2
Ekstrak yang didinginkan kemudian ditambah H2O2, ternyata timbul gelembung udara dan saat bara api dimasukkan  ke dalamnya ternyata timbul nyala api.  Hal ini disebabkan karena protein di dalam enzim katalase yang terdapat di ekstrak ,masih aktif tidak seperti saat didisihkan , karena pada suhu rendah 00 menyebabkan enzim menjadi aktif
I.       KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa. Penambahan asam, basa, maupun pemanasan yang ekstrim dapat merusak enzim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar